Mengenai Saya

Foto Saya
Pekalongan, Jawa Tengah, Indonesia
terima kasih atas kunjungan anda pada blog ini semoga bermanfaat,,, (*_*)

Ovum (Oogenesis)

Senin, 28 Mei 2012 · Posted in


 


Ovum atau sel telur adalah suatu sel terbesar dalam tubuh manusia. Ukuran ovum sekitar 0,2 mm dan tertutup dalam folikel telur dari indung telur. Ovum dilingkari oleh zona pellusida dan dilapisi oleh korona radiata.
Jumlah oogonium pada wanita berdasarkan umur adalah sebagai berikut:
  • Bayi baru lahir: 750.000
  • Umur 6-15 tahun: 439.000
  • Umur 16-25 tahun: 159.000
  • Umur 26-35 tahun: 59.000
  • Umur 35-45 tahun: 34.000
  • Masa menopause: semua hilang
Oogenesis
Pertumbuhan ovum (oogenesis) dimulai dengan oogonia, oosit primer (primary oocyte), primary ovarian follicle, liquar folliculi, pematangan pertama ovum dan pematangan kedua ovum pada sperma membuahi ovum.
Pada masa pubertas, oosit primer mengadakan pembelahan meiosis I menghasilkan satu sel oosit sekunder yang besar dan satu sel badan kutub pertama (polar body primer) yang lebih kecil. Perbedaan bentuk ini disebabkan sel oosit sekunder mengandung hampir semua sitoplasma dan kuning telur, sedangkan sel badan kutub pertama hanya terdiri dari nucleus saja. Oosit sekunder ini mempunyai kromosom setengah kromosom oosit primer yaitu 23 kromosom (haploid).
Pembelahan meiosis II, oosit sekunder membelah diri menghasilkan satu sel ootid yang besar dan satu badan kutub kedua (polar body sekunder). Ootid yang besar tersebut mengandung hampir semua kuning telur dan sitoplasma. Pada saat yang sama, badan kutub pertama membelah diri menjadi dua kutub. Selanjutnya ootid tumbuh menjadi sel telur (ovum) yang mempunyai 23 kromosom (haploid). Sedangkan ketiga badan kutub kecil hancur sehingga setiap oosit primer hanya menghasilkan satu sel telur yang fungsional. Sel telur (ovum) yang besar itu mengandung sumber persediaan makanan, ribosom, RNA, dan komponen – komponen sitoplasma lain yang berperan dalam perkembangan embrio. Sel telur yang matang diselubungi oleh membrane corona radiate dan zona pellusida.
Oogenesis hanya berlangsung hingga seseorang usia 40 sampai 50 tahun. Setelah wanita tidak mengalami menstruasi lagi (menopause) sel telur tidak diproduksi lagi.

 Gambar. Oogenesis
Referensi
crayonpedia.org/mw/D._Pembelahan_Meiosis_Pada_Manusia_12.1#2._Oogenesis.C2.A0
Depkes RI. 1993. Asuhan Kebidanan Pada Ibu Hamil Dalam Konteks Keluarga. Cetakan Ke III. Jakarta.
Force, D. 2010. Ovum. grandmall10.wordpress.com/2010/03/20/ovum/ unduh 17 Maret 2011 09.24 AM
Kusmiyati, Y. 2010. Perawatan Ibu Hamil. Cetakan ke VI. Yogyakarta: Fitramaya.
Mochtar, R. 1998. Sinopsis Obstetri: Obstetri Fisiologi-Obstetri Patologi. Edisi 2. Jakarta: EGC
Neil, W.R. 2001. Panduan Lengkap Perawatan Kehamilan. Jakarta: Dian Rakyat.
Salmah, dkk. 2006. Asuhan Kebidanan Antenatal. Jakarta: EGC.
Sulistyawati, A. 2009. Asuhan Kebidanan Pada Masa Kehamilan. Jakarta: Salemba Medika

Anda sedang membaca artikel tentang Ovum (Oogenesis) dan anda bisa menemukan artikel Ovum (Oogenesis) ini dengan url http://kumpulan-tugas-kebidanan.blogspot.com/2012/05/ovum-oogenesis.html,anda boleh menyebar luaskannya atau mengcopy paste-nya jika artikel Ovum (Oogenesis) ini sangat bermanfaat bagi teman-teman anda,namun jangan lupa untuk meletakkan link Ovum (Oogenesis) sumbernya.
Diberdayakan oleh Blogger.

Post Terkait